Mengapa Syariat harus bermusuhan dengan Hakikat ?

17 Komentar

Sumber : Netlog.wordpress.com

Selama ini diasumsikan bahwa antara syari’ah dengan tasawuf merupakan dua sisi ang selalu dihadapkan secara vis a vis. Fanatisme syari’ah (baca : fuqaha) memandang haram” atas praktik tasawuf dengan berbagai dalil dan argumentasi, baik secara naql maupun nalar. Sementara para pelaku tasawuf tidak ketinggalan dalam mengkritik para fuqaha yang hanya melihat hitam di atas putih dan formalitas belaka, tanpa menangkap essensi Islam. Rumor di kalangan masyarakat jawa, bahwa syaringat (bacaan orang jawa) itu dipahami nek sare njengat atau kata Mekah dipahami nek turu mekakah menjadi salah satu bukti kesenjangan antara syariat dan tasawuf.

   
 

Patut dicatat, bahwa insiden al-fitnah al-kubra yang menghantarkan jatuhnya Khalifah Ali dari ke-khilafah-an, diganti Muawiyah merupakan sumber utama bagi perpecahan kaum muslimin dalam berbagai sekte dan aliran.

Para analis sepakat bahwa, peristiwa ini awalnya bersifat politis, kemudian merembet kepada wilayah aqidah serta aspek-aspek keagamaan lainnya. Fenomena semacam ini pada akhirnya juga mewarnai hampir semua polemik di tubuh umat Islam yang mengatasnamakan agama.

Al-Hallaj (w. 309 H) diekskusi dengan dakwaan menyebarluaskan ajaran hulul dalam tasawuf. Ajaran itu diputuskan sesat oleh penguasa berdasar legitimasi para fuqaha mazhab dhahiriy.

Penentuan sesat atas pengalaman batin al-Hallaj jelas lebih bermuatan politis, karena keberpihakan al-Hallaj –sebagai seorang shufi agung yang sudah tidak ada ruang untuk membenci– kepada rakyat kecil dan kelompok marginal; seperti syi’ah, qaramithah serta non-muslim.

Di pula Jawa, kasus serupa dialami Syaikh Siti Jenar (Lemah Abang) yang didakwa menyebarkan ajaran manunggaling kawula Gusti, sehingga oleh para wali kerajaan saat itu divonis hukuman pancung. Dari sinilah akhirnya para fuqaha yang dimotori kepentingan politis penguasa menciptakan ketegangan yang tak berujung antara syariah dan tasawuf. Kebebasan para shufi dalam menaungi pengalaman batinnya serba diatur oleh hukum formal. Karena itu, image pemisahan syariah dan tasawuf pada mulanya lebih sebagai fenomena politisasi agama yang berimbas pada dichotomi dua unsur utama ajaran Islam tersebut oleh kalangan awam atau dijadikan senjati bagi para penguasa untuk mempertahankan status quo.

Distingsi kedua aspek penting dalam ajaran Islam tersebut sangat dimungkinkan, karena antara keduanya memiliki sisi yang jelas tidak dapat dipersamakan. Bahwa tasawuf itu lebih menempati wilayah batin atau hati, suatu daerah yang tak dapat ditembus oleh inderawi manusia. Wilayah ini bersifat immateri yang permanen. Ia hanya dapat diteropong melalui cahaya (nur) emanasi Tuhan ke dalam masing-masing qalbu manusia yang hanya dapat dideteksi melalui bashirah (mata hati). Sementara, syariah bersifat lahiriah yang legal-formal yang dapat ditangkap mata telanjang.

Integrasi syariah dengan tasawuf dengan demikian menjadi syarat mutlak bagi kesempurnaan seorang muslim. Syariah merupakan elaborasi dari kelima pilar Islam, sedangkan tasawuf berpangkal pada ajaran ihsan,

an-tabudallaha ka-annaka tarah, fa-in-lam takun tarah, fainnahu yarak,

hendaknya kalian beribadah (bersyariat) seakan-akan kamu milhat-Nya, jika tidak sesungguhnya Dia melihatmu.

Implikasinya, jika dalam syariat diwajibkan thaharah (bersuci) sebelum melaksanakan ibadah, maka untuk mampu menembus penglihtan Tuhan, tasawuf mewajibkan penyucian diri melalui pintu taubat.

Kemudian apabila seorang sedang shalat; syariat mengharuskan memenuhi syarat dan rukun, sementara tinjauan ihsan (shufistik) mengharuskan aktivitas hati yang tulus, hudlur dan khusyu. Semakin mendalam realisasi shufistik seseorang, pada gilirannya justeru semakin meningkatkan kualitas ke-Islam-an dan syariah orang tersebut dalam mencapai derajat muhsin.

Di sisi lain, penguatan aspek tasawuf juga akan menjadi dinamisator bagi jiwa seseorang. Kehadiran tasawuf mampu memicu ats-Tsaurah ar-Ruhiyyah (revolusi jiwa) dan menjadi spirit bagi pelakunya. Sebaliknya, syariat ibarat jalan yang akan dilalui shufi dalam ber-revolusi, Apabila terlalu banyak hambatan dan lobangannya jangan harap akan sampai pada terminal akhir. Secara eksplisit Allah swt sering menyitir bahwa, wa maa khalaqtul jinna wal-insa illa li-ya buduni,

Maknanya, bahwa penciptaan jin dan manusia hanyalah untuk marifat kepada-Nya. Marifat (pengenalan) mula-mula dengan secara inderawi (syariah), namun setelah semakin dekat relasi inderawi saja tentu belum cukup, maka muncullah pengalaman mahabbah (cinta), hulul, ittihad hingga wihdatul wujud dari para shufi.

Dalam firman-Nya yang lain, “wa lal-akhiratu khairun la-ka minal-ula” tidakkah, masa depan (akhirat, ihsan/tasawuf) lebih baik daripada yang permulaan (dunia, syariat).

Nilai-nila spirit tasawuf atas syariah juga dapat kita jumpai dalam setiap maqamat (station-station) dan ahwal para shufi, misalnya :

1. Taubat yang didasarkan atas firman Allah swt yaa ayyuhal-ladzina amanuu tuubuu ilallahi taubatan nashuha”,akan menumbuhkan sikap konsekuen dan tanggung jawab seorang hamba;

2. Zuhud yang disandarkan atas firman-Nya wa kaanuu fi-hi minaz-ahidin”, akan meningkatkan kebesaran jiwa manusia;

3. Faqr yang disandarkan firman-Nya lil-fuqara’il-ladzina uhshiruu fii sabiilillah..”akan membentuk jiwa yang kharismatik dan mengikis sikap oportunis;

4. Sabar yang didasarkan firman Allah innama yuwaffash-shaabiruuna ajrahum bi-ghairi hisab”, akan membentuk pribadi yang bermental baja;

5. Tawakkal yang bersumber dari firman Allah wa ‘alallahi fal-yatawakkalil mutawakkilun”, akan membangun independensi seseorang,

6. Syukur fadzkuruu-ni adzkurkum, wasykuruu lii wa-laa takfurun”akan memberangus keserakahan seseorang;

7. dan lain-lain demikian seterusnya.

Integrasi syariat dan tasawuf juga nampak dari pertautan ajaran jihad dengan mujahadah. Jihad bersifat fisik, seperti berperang di medan pertempuran, memerangi tempat kemaksiatan serta perjuangan material lainnya. Sementara mujahadah lebih menekankan visi ruhani dalam menahan hawa nafsu, amarah serta penyakit hati lainnya. Kedua bentuk pertempuran di atas dalam Islam jelas tidak dapat dipilah-pilahkan antara satu dengan lainnya, karena justeru akan menjadi komplemen.

Wal-Hasil, syariah dan tasawuf sebetulnya merupakan dua sisi mata uang yang tak dapat dinegasikan dan dipertentangkan antara satu sisi dengan sisi lainnya. Penghadapan kedua sisi tersebut secara vis a vis, selain akan memperlihatkan kebodohan seseorang, juga memberikan indikasi adanya upaya politisasi Islam.

Karena itu, persoalan agama, sepanjang tidak dijadikan komoditas politik akan mendamaikan kehidupan manusia, tetapi jika sebaliknya akan nampak keras dan tidak membawa kesejahteraan. Mereka yang termasuk kelompok terakhir, pasti bukan tipologi shufi. Tasawuf dengan demikian mampu menjadi muara bagi semua madzhab (sekte) yang bertebaran di bidang syariah, baik di kalangan sunni, syii, mutazili maupun lainnya. Bahkan syariat lintas agama pun mampu bersarang dalam tasawuf. Inilah essensi dan substansi Islam.

   
 

Wallohu a’lam bish-showab,-

————————————-
by arland

from : KH Said Aqil Siradj ; “Bertarikat tanpa Syariat”

Bertemunya dua buah lautan

5 Komentar

 

Kebenaran Surat Ar-Rahman 19-20: Dua Laut yang Tidak Pernah Bercampur

 

Beberapa hari yang lalu saya baru saja usai menuntaskan mengaji Surat Ar-Rahman. Setiap selesai shalat Maghrib saya punya kebiasaan mengaji Al-Quran. Surat Ar-Rahman adalah surat yang “ajaib” menurut saya, karena di dalamnya Tuhan berulangkali menjelaskan “Maka, nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan?”. Saya ingin mengulas posting tentang surat ini pada lain waktu, insya Allah.

Tadi pagi saya menerima kiriman foto dari rekan dosen ITB melalui milis. Ini foto yang mengagumkan, sebab foto ini membuktikan kebenaran Surat Ar-Rahman ayat 19 dan 20 yang berbunyi:

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Inilah foto tersebut, yang memperlihatkan aliran dua lautan yang tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yang memisahkannya.

Subhanallah, Maha Besar Allah Yang Maha Agung. Ternyata air laut yang tidak bercampur itu benar-benar ada. Saya sudah sering membaca ayat tersebut, tapi masih belum tahu di mana gerangan air laut yang tidak pernah bercampur itu. Ayat lain yang menceritakan fenomena yang sama terdapat pada Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol (Sumber foto darisini dan sini).

Selat Gibraltar (Jabal Tariq)

Selat Gibraltar dari satelit

Dari hasil googling saya di internet, saya menemukan penjelasan ilmiah tentang laut tersebut. Berikut hasil kutipan saya saya dari berbagai sumber di internet:

Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan air (density)nya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik. Lalu apakah air ini akan bercampur dengan air di Samudera Atlantik?

TIDAK!. Lho?? Ternyata ketika air laut dari Laut Tengah menuju Samudera Atlantik, mereka tidak mencampur. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyarta, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

Sumber: http://archive.kaskus.us/thread/3726437

Penjelasan lain secara ilmiah dikutip dari blog ini.

Bagaimana bisa terjadi?

Ceriteranya begini. Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah. Dari atas ferry yang kami naiki, masih bisa terlihat dengan jelas mana air yang berasal dari Lautan Atlantik, dan mana air yang berasal dari laut tengah atau laut Mediterania. Kalau dipikir secara logika, pasti bercampur, nyatanya tidak bercampur. Kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur. Penguapan air yang di Laut Mediterania sangat besar, sedang air dari sungai yang bermuara di Laut Mediterania berkurang sekali. Itulah sebabnya air Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Mediterania.

Arus air alut di Selat Gibraltar

Sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan. Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.

Air laut Mediteranian, yang berwarna biru tua, menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut, di lautan Atlantik, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya. Subhannallah.

Sumber: http://gsumariyono.wordpress.com/2009/05/22/selat-gibraltar-1-pertemuan-dua-jenis-air-laut-yang-berbeda/

Saya terkagum-kagum dengan fenomena alam ciptaan Allah SWT. Al-Quran sudah menyebutkan fenomena ini 15 abad yang lalu, dan ilmu pengetahuan modern mengungkapkannya pada abad 20.

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Maha benar Allah Yang Maha Agung.

Sumber : http://rinaldimunir.wordpress.com/2011/12/09/kebenaran-surat-ar-rahman-19-20-dua-laut-yang-tidak-pernah-bercampur/

 

Rahasia kehidupan

1 Komentar

Kiriman dari sahabat hati ku bang Erwin Vetrianto

Dikisahkan dari al-ghazali: Ada seorang laki-laki yang kaya raya.Pada suatu hari,dia dan isterinya sedang makan diteras rumahnya.Sang suami menyantap hidangan dengan lahap.Tak lama kemudian,terdengar suara pengemis meminta-minta”Tuan,tolong sedekahkan padaku sepiring makanan!”.Sang isteri segera mengambil potongan daging ayam,dan hendak memberikannya pada pengemis itu.Tapi tangan suaminya mencegahnya,”sudah biarkan saja pengemis itu!”ujar suaminya tersebut,sang isteri menurutinya.

Dan akhirnya,hari berganti hari,bulan berganti bulan.Kekayaan laki-laki tersebut perlahan menyusut drastis.Banyak dari beberapa usahanya yang bangkrut,dan laki-laki itupun jatuh miskin.Semua kekayaannya sirna,sampai-sampai laki-laki itu bercerai dengan isterinya.

Hari-haripun bergantiHingga akhirnya isterinya itu menikah lagi dengan laki-laki yang sangat kaya raya.Pada suatu hari,wanita itu makan didalam rumahnya bersama suaminya yang baru.Takkala sedang menyantap hidangan,terdengar suara pengemis yang meminta-minta dari luar”tolong tuan,aku adalah orang miskin yang kelaparan.Tolong berikan aku makanan!”.Mendengar teriakan tersebut,sang wanita langsung mengambil sepotong daging ayam,dan pergi keluar untuk memberikan potongan daging ayam itu.Namun tak lama kemudian,sang wanita tersebut kembali ke dalam rumah dalam keadaan menangis.Suami barunya itu mengerutkan dahi,heran melihat isterinya itu menangis.”ada apa gerangan?,mengapa engkau menangis?”tanya suami barunya itu.Dalam isak tangisnya,sang isteri menjawab,”Pengemis tadi adalah suamiku yang dulu.ketahuilah,sebelum aku menikah denganmu,aku pernah makan bersamanya diteras rumah.Disaat kita makan,terdengar suara pengemis meminta-minta makanan.Aku hendak memberikan sepotong daging untuknya,namun mantan suamiku itu mencegahnya!.Tak kusangka keadaannya melarat seperti sekarang.

Mendengar penuturan istrinya,dengan tersenyum suami barunya itu berkata”ketahuilah isteriku,akulah pengemis dahulu yang pernah diusir oleh suami pertamamu itu”.

HIKMAH: Kehidupan itu berputar.adakalanya senang,susah bahagia derita,panas,dingin,sehat,sakit,kaya dan miskin,semua takkan pernah terduga.

Maka dari itu,seyogyanya kita sebagai muslim,harus selalu mempunyai sifat kasih sayang terhadap makhluk Allah S.W.T.

Semoga cerita di atas membawa hikmah dan renungan bagi kita semua.

KESADARAN RUHANI

1 Komentar

Tulisan ini disajikan sebagai rasa syukur kepadaNYA, Rasul kekasihNYA Para Anbiya wal mursalin, Ashabi wa ahlil baiti, aulia wal ulama warosatul anbiya Khususon beliau mursyid yang senantiasa kucibtai dan kutaati serta kepada para sahabat hati tercinta yang telah dengan telaten menemani, mengingatkan dan membimbingku tanpa kenal lelah/kenal waktu dan tak lupa untuk anak anak dan isteriku tercinta

=========================oOo=======================

Bismillahirrohmaanirrohiim

Sekian lama kuberjalan tertatih tatih jatuh bangun babak belur berjuang menata laku meniiti kepahaman atas diri demi ingin mengenal, menuju dan mencintaiNYA, berharap akan ridloNYA semata.

Dalam kelelahan aku bersandar pada pohon lamunan dibawah ranting ranting pemahaman menatap ranum buah kesadaran, Maka jadilah tulisan ringan tanpa bobot namun insya Allah bermanfaat bagi pejalan ruhani pemula seperti saya ini

Kesadaran RUHaNI merupakan bentuk kesadaran tertinggi dimana gerak dan diam disetiap kedipan mata, tarikan,hembusan napas dan detak jantung ntu karena RUH dari dan yg akan kembali kepadaNYA pula. Terjaganya kesadaran RUHaNI yg demikian terus menerus insya Allah secara bertahap akan melahirkan kesadaran kesadaran baru dalam bentuk ikhlas, tawaqal, sabar, syukur dll bentuk ketaatan dan sifat sifat terpuji.

Untuk menjaga kesadaran Ruhani tersebut maka selalu berzikir disetiap kedipan mata, tarikan napas, hembusan napas dan detak jantung kita ketika duduk, berdiri, berjalan dan berbaring merupakan perintah yang wajib bagi umat islam, terutama dalam menjalankan perintah SHOLAT yang menjadi induknya bagi semua ibadah sebagaimana perintah ALLAH :”….wa aqiimi sholata li dzikri”

Sekedar menyamakan persepsi bahwa zikir itu berbeda dengan wirid, wirid (mengulang ulang suatu bacaan tertentu dengan cara tertentu) merupakan salah satu jalan atau metode mencapai zikir (ingat).

Memahami zikir secara sederhana adalah
1. mengingat perintaNya untuk dijalani,
2. mengingat laranganNya untuk dihindari,
3. mengingat ujianNya untuk disabari dan
4. mengingat nikmatNya untuk disyukuri.

Lebih dalam lagi, berzikir adalah menyatukan cipta, rasa dan karsa dalam qudrat dan irodatNya.

Kesadaran ruhani itu lebih pada merasakan (menyaksikan dengan rasa – rahsa – rahasiaNYA) bahwa diri dalam segala aktifitasnya selalu sadar dalam liputan asma sifat dan af’alNya, menyandarkan sababiyyah perbuatan manusia karena perbuatan (af’al) NYA, bukanlah perbuatan manusia yang menjadi sababiyyahnya, jadi ketika manusia berzikir sesungguhnya telah didahului oleh zikirnya ALLAH kepada manusia, amal ibadah manusia didahului oleh anugerahNya kepada manusia yang menjadi sababiyyah manusia tersebut bisa beribadah.

Zikir dengan penuh kesadaran ruhani akan berbuah cahaya keyaqinan mengendap pada diri dalam ketenangan dan kestabilan jiwa, menjadikan ia tahan uji dan tahan banting tiada rasa takut baginya karena cahaya keyaqinan senantiasa menyiram akar akar jiwanya menumbuhkan kesadaran demi kesadaran baru (Mahabbatullah) yang kian kokoh dan kuat mengikat jiwanya yang hanya mau terikat kepada sang khaliq semata, jadilah ia pantulan bagi cahayaNYA lalu memancar pada jagad dirinya menembus dan menebar keluar dari dirinya menerangi alam sekitarnya, FainsyaAllah inilah yang dimaksud dalam quran “ahli zikir bagaikan cahaya berjalan diantara umat manusia”

Kesadaran yang demikian sudah barang tentu akan menghindarkan atau paling tidak akan mengikis secara bertahap manusia dari rasa peng”aku”an (ego) yang selalu jadi hijab bagi diri untuk bertemu denganNYA. Namun dengan terkikis dan hilangnya rasa memiliki, dan rasa takut kehilangan (nb : didominasi oleh) “aku” justru akan melahirkan perilaku terpuji (al : tawadlu, ikhlas, tawaqal, syukur dan sabar) serta mensifati dirinya sebagai hamba yang faqir, hina, bodoh dan lemah tiada daya dan upaya dihadapan sang Khaliq, benarlah apa yang dikatakan para sesepuh bahwa “Bisa merasa tapi tidak merasa bisa”

Dus perilaku dan sifat demikian akan menggiringnya pada maqom yang terpuji (muhammad) dan suri tauladan bagi hamba hamba lainya. Subhanallah…

Diri berharap semoga diperjalankan sebagai hamba yang dikehendaki menjadi bagian dari hamba hambaNya yang senantiasa dianugerahi kesadarah ruhani dan jalan istiqomah menuju dan mendapatkan ridloNya. Amiin

Atas koreksi dan tambahannya serta kepada banyak saudaraku seperjalanan yang telah telaten membimbingku tak terhitung diri mengucapkan terimakasih. Jazakumullah

wassalam ..

Pesan Untuk Anak dan Cucu

24 Komentar

Zaman menantimu
Bersamalah selalu dengan dirimu yang sejati
Gemerlapnya dunia akan menyeret jiwamu
Cepat atau lambat terlepas menjauh darinya
membuatmu terlempar ke lembah lupa

Bersama waktu engkau akan berlalu
Sang waktu akan menggiringmu
menuju dermaga penjemputan
melepasmu di alam penantian
menunggu saat penetapan

Carilah Rachmat jangan sekedar amal
CintaNYA lebih berasa ketimbang ciptaannNYA
Jadikanlah Dzikir (ingat) sebagai napas dan detak jantungmu
Jadikan Tobat sebagai gerbangmu
menemukan ikhlas, tawaqal dan kesabaran

Laa ilaha Illallah adalah bajumu
agar senantiasa dalam karunia dan benteng perlindungan
dari api neraka yang menantimu
dapatkan itu dari sang guru

Setelah kutinggalkan kelak ..
semoga engkau memahami
tentang apa apa yang kukerjakan
selama bersamamu meniti sang waktu

Maafkan bila cintaku bukan yang nomor satu
karena kita hanyalah hamba
sebagai titah sang pemilik Waktu
kepadaNYAlah selayaknya kita menyatu

Sidoarjo, Juli 2009

Potret Arab Saudi di Masa Datang : Menghilangkan Jejak Rasulullah?

7 Komentar

ingin mengetahui nasib mekah dimasa datang silahkan klick disini

Mekkah future

Mekkah future


mekah
mina

Orang berpakaian serba Hijau

2 Komentar

Masih teringat dengan jelas dalam ingatan, ketika ba’da sholat Dzuhur di Masjid Nabawi.
Ketika berjalan keluar untuk pulang menuju maktab (pemondokan).
Dari samping kanan berjalan sosok tinggi besar tegap dan gagah berpakain serba hijau dengan sorban dikepalanya,
Langkahnya kira kira 2 kali langkahku, tenang diikuti seseorang dengan gaya pakaian yang sama berwarna abu abu.
Ketika melangkah 5 meter didepanku dia berbalik, wajahnya menatapku, melangkah menuju ke arahku.
Raut wajah yang tampan dengan kumis dan janggut rapi, hitam tebal serta sorot mata yg tajam penuh wibawa menatapku, membuat seluruh darah di tubuhku berhenti sejenak terpana.
Tanpa kuduga sama sekali dalam sekejab dia sudah berada didepanku, mengulurkan tangannya dan menjabatku
Yaa Allah …
Dalam Kaget dan gugup tanpa sadar tanganku menyambut tangan yg kekar, halus dan hangat
“Ass …assalamualaikum warrahmatullahi wabbarrakatuh” yang dijawabnya dengan lembut penuh wibawa : “Wa’alaikum salam warrahmatullahi wabarrakatuh”.
Kemudian dia berbalik melangkah pergi keluar pintu, meninggalkan aku dalam kebingungan dan rasa gugup dan baru sadar ketika temanku bertanya :
“Lho, siapa itu mas, kenal ta ..?
“Tidak” jawabku diliputi sisa rasa bengong.
Tak lama kemudian aku tersadar dan spontan berusaha menyusul orang itu
Diluar masjid masih sempat kulihat orang itu berjalan tanpa alas kaki di atas lantai panas di terpa teriknya matahari
Aku sempat berhenti langkah karena telapak kakiku tak kuat menahan panasnya lantai luar masjid dekat makam Rosulullah.
Secepat kilat aku mengambil sendal dari rak penyimpanan yang tak jauh dari situ dan bergegas mengejar dia yg berjarak sekitar 30-40 meter.
Namun dia tiba tiba menghilang ketika berbelok kekanan sudut luar bangunan masjid (Makam Rosulullah), Setengah berlari akupun mengejarnya, namun Beliau benar benar tidak nampak di halaman belakang masjid yang cukup luas tanpa sekat, walau telah ku sapu dengan pandanganku sambil berjalan sampai ujung kanan Masjid.

Ketika aku berniat kembali ke pondokan yg ada di depan Nabawi tiba tiba pandanganku tertarik dengan kerumunan orang orang dengan pakaian ala Pakistan berjarak sekitar 50Meter. hatiku tergerak untuk mendekati kerumunan itu.. ternyata orang yang di kerumuni adalah si baju hijau.
Semakin dekat jarakku semakin jelas kulihat bahwa orang tsb seperti sedang memberikan hujjah kepada orang orang yang ada disekitarnya. Semakin dekat jarakku, benarlah orang itu sedang berhujjah kepada orang orang yang dengan seksama mendengarkannya, dua tiga kali sorot matanya tajam melirikku, dan kembali jantungku berdegub kencang bagai tertusuk.
Ada keinginan aku duduk bersamanya, tapi bahasa menjadikan kendala, akhirnya aku berlalu dari situ dan menyimpannya sebagai kenangan dan misteri.
Wallahu a’alam Bissawab.

Ramalan Nostradamus

31 Komentar

Sumber : Netlog.wordpress.com

Selain dari keterangan semua agama besar, di dunia ini terdapat pula sekumpulan peramal yang terkenal di dunia yang turut meramalkan kedatangan Imam Mahdi atau seorang pemimpin yang bertaraf dunia, yang akan turun untuk menjalankan pemerintahan yang sangat adil pada zaman ini, pada abad ini, kurun ini dan abad ini.

Memang meramal sesuatu ramalan adalah sesuatu yang buruk, dapat mempengaruhi akidah dan keyakinan kita.

Akan tetapi ramalan yang isinya sesuai dengan isi hadits-hadits, berita-berita dari para sahabat r.a, kasyaf para wali dan firasat para mukmin tidak salah jika disebutkan karena keterangan mereka ini sebenarnya membantu menjelaskan lagi maksud hadits-hadits, dalil-dalil, kasyaf-kasyaf dan firasat-firasat itu.

Sebagian mereka ini adalah peramal semata, sedangkan sebagian lagi adalah orang-orang besar dari agama masing-masing, yang telah mencapai taraf kasyaf pula (menurut pandangan agama mereka).

Diantara peramal yang amat terkenal pada hari ini adalah Michel de Nostredame atau Nostradamus, suatu nama yang hampir sudah tidak perlu diperkenalkan lagi, kerana sudah begitu terkenalnya. Ramalan-ramalannya sudah umum tersebar dan bukan sedikit pula yang sudah menjadi kenyataan. Diantara ramalannya yang sangat menggoncangkan dunia Barat ialah bahwa seorang pemimpin baru bertaraf dunia akan muncul, Islam akan kembali menguasai dunia pada abad baru ini, dan seterusnya memerangi Kristian–Eropa.

Ramalannya bahwa seorang pemimpin baru beragama Islam akan muncul dan seterusnya menguasai seluruh dunia adalah berdasarkan ramalan beliau seperti berikut :

In the year 1999 and seven months
from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols;
Before and after, war reigns.

Pada tahun 1999, bulan tujuh
dari langit akan turun seorang Raja Agung.
Dia akan menghidupkan kembali Khalifah
sejak itu dan seterusnya, perang meletus.

Tempat muncul pemimpin tersebut adalah di sebuah negara di sebelah Timur bukan di negara Arab atau di sebelah Barat, berdasarkan ramalan berikut:

From the three water signs (seas) will be born a man
Who will celebrate Thursday as his feast day
His renown, praise, reign, and power will grow
On land and sea, bringing trouble to the East

Dari pertemuan tiga laut, akan lahir seorang lelaki
Yang merayakan hari Kamis
Namanya, kemuliaan, jajahan dan kuasanya naik
Di darat dan laut, menggoncangkan seluruh Timur.

Pemimpin tersebut akan memimpin pasukannya yang besar untuk menyerang dan menaklukan Eropa, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.


One who the infernal gods of Hannibal
Will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nors the newspapers tell of worse in the past
Then will come to the Romans through Babel (Iraq)

Dialah dewa pembunuh manusia
Membangkitkan ketakutan kepada manusia
Tidak terbayangkan sebelumnya kengerian ini
Kemudian mendatangi Barat melalui Iraq.

Pemimpin tersebut memerangi, mengalahkan dan memasuki Eropa dengan memakai sorban biru, membawa hukum-hukum Islam untuk diamalkan seluruh penduduk Eropa, dan peristiwa besar inilah yang amat menakutkan setiap hati pemimpin Kristian dan Yahudi.

This King will enter Europe wearing a blue turban,
He is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again
He will be the terror of mankind
Never more horror

Raja ini memasuki Eropa memakai sorban biru
Dia menjadi dewa pembunuh seluruh manusia
Dia menakutkan bagi seluruh manusia (si kafir)
Tiada lagi yang lebih menakutkan.

Seorang Santri Wali Songo yang amat terkenal di Pulau Jawa, Sabdopalon, turut menyebutkan bahwa Imam Mahdi akan dibaiat oleh sembilan tokoh Wali Ghausul Alam yang diketuai oleh seseorang dari Malaysia yang disebutkan sebagai Syeikh Malaya. Beliau menyebutkan bahwa, “Imam Mahdi datang dengan pakaian serba putih dibantu oleh Rijalu’llah Ghaib atau juga disebut Wali Ghosul’alam sembilan yang di antaranya adalah Syech Malaya yang turun dari tanah Arab.”


Sunan Gunung Jati turut membuat ramalan berdasarkan kasyaf dari Allah bahwa kebangkitan Islam kali kedua ini akan dipimpin oleh seorang tokoh yang memakai sorban. Dia dikatakan amat berpegang teguh pada sorban kanjeng (ekor sorban) Nabi Muhammad s.a.w. Yang dimaksudkan dengan sorban kanjeng itu adalah pemimpin umat yang terakhir, sesuai dengan kedudukan ekor serban yang terletak paling ujung. Sorban kanjeng juga dapat diartikan benar-benar mengikuti setiap sunnah yang diamalkan oleh Rasulullah s.a.w. semasa hayatnya.

Peramal dari Jawa yang disebut sebagai Pangeran Wijil, yang mengarang Kitab Rangka Jayabaya, turut membuat ramalan bahwa pemimpin yang dimaksudkan itu lahir di Makkah, memakai sorban yang berlambang bunga tujuh cabang, orangnya selalu kesandung kesampar. Dia tidak pernah diduga akan menjadi pemimpin umat manusia pada suatu hari nanti. Dikatakan lebih lanjut bahwa sebelum raja baru ini muncul akan terjadi huru-hara dan kerusuhan. Dan raja itulah yang akan menjadi penengah di antara pihak yang bertikai itu.

Tanpa diduga, seluruh umat manusia setuju melantiknya sebagai pemimpin mereka karena jasanya yang sangat besar dan menakjubkan.

Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.