Ketika Allah ingin dikenal maka diciptakanlah segala sesuatu, agar mereka mengenalNYA,

Ibarat perbendaharaan milik Allah di alam jagad raya ini, maka Inti penciptaan dan perbendaharaan tersebut adalah “Manusia

Bayangkan apabila sgala sesuatu tercipta tanpa manusia, ?

buat apa Surga, buat apa Neraka, buat apa sgala kekayaan yang ada dibumi dan langit ?

Bukankah Bumi dan langit yang berlapis tujuh berikut dengan sgala isinya seluruhnya [tanpa kecuali] diciptakan dengan manfaat (“Tidak Aku menciptakan sesuatu tanpa manfaat”]

Agar dapat memanfaatkan seluruh yang DIa ciptakan, manusiapun diciptakan dalam keadaan sempurna olehNYA, sehingga memliki sgala potensi yang dibutuhkan untuk bisa mengenal, mengetahui, memahami dan memanfaatkan seluruh keagungan milik Allah yang bertebaran di seluruh bumi dan langit hingga lapis tujuh bahkan lebih dari itu.

Diberikan pula derajat kemulyaan, terpuji dan tertinggi diantara seluruh yang Dia ciptakan. dan dijadikanlah manusia sebagai utusan dimuka bumi (kholifah fiil ‘ardy ) untuk menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).

Maka Nikmat apalagi yang hendak dipungkiri oleh manusia…?

Sudahkah kita berusaha menjadi kholifah fiil ardy dan rahmat bagi alam ?

Buat apa kesempurnaan, kemulyaan dan derajat tertinggi yang telah diberikan Allah kepada kita selama ini..?

Ya Allah ….

Seringkali Sutera itu kami gunakan untuk ngepel.

“LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZ DZALIMIIN, 

Robbana Dzolamna Anfuusaanaa wainlam taghfirlaana, watarhamna lanakunnannaa minal khaasirin”

Mencium baunya Surga saja rasanya kami tak pantas, namun kami tak akan sanggup dengan nerakaMU yaa Allah.

Maka terimalah tobat kami Yaa Allah dan tenggelamkan kami di lautan cintaMU

 

Mazadjie Algurandille