Masih teringat dengan jelas dalam ingatan, ketika ba’da sholat Dzuhur di Masjid Nabawi.
Ketika berjalan keluar untuk pulang menuju maktab (pemondokan).
Dari samping kanan berjalan sosok tinggi besar tegap dan gagah berpakain serba hijau dengan sorban dikepalanya,
Langkahnya kira kira 2 kali langkahku, tenang diikuti seseorang dengan gaya pakaian yang sama berwarna abu abu.
Ketika melangkah 5 meter didepanku dia berbalik, wajahnya menatapku, melangkah menuju ke arahku.
Raut wajah yang tampan dengan kumis dan janggut rapi, hitam tebal serta sorot mata yg tajam penuh wibawa menatapku, membuat seluruh darah di tubuhku berhenti sejenak terpana.
Tanpa kuduga sama sekali dalam sekejab dia sudah berada didepanku, mengulurkan tangannya dan menjabatku
Yaa Allah …
Dalam Kaget dan gugup tanpa sadar tanganku menyambut tangan yg kekar, halus dan hangat
“Ass …assalamualaikum warrahmatullahi wabbarrakatuh” yang dijawabnya dengan lembut penuh wibawa : “Wa’alaikum salam warrahmatullahi wabarrakatuh”.
Kemudian dia berbalik melangkah pergi keluar pintu, meninggalkan aku dalam kebingungan dan rasa gugup dan baru sadar ketika temanku bertanya :
“Lho, siapa itu mas, kenal ta ..?
“Tidak” jawabku diliputi sisa rasa bengong.
Tak lama kemudian aku tersadar dan spontan berusaha menyusul orang itu
Diluar masjid masih sempat kulihat orang itu berjalan tanpa alas kaki di atas lantai panas di terpa teriknya matahari
Aku sempat berhenti langkah karena telapak kakiku tak kuat menahan panasnya lantai luar masjid dekat makam Rosulullah.
Secepat kilat aku mengambil sendal dari rak penyimpanan yang tak jauh dari situ dan bergegas mengejar dia yg berjarak sekitar 30-40 meter.
Namun dia tiba tiba menghilang ketika berbelok kekanan sudut luar bangunan masjid (Makam Rosulullah), Setengah berlari akupun mengejarnya, namun Beliau benar benar tidak nampak di halaman belakang masjid yang cukup luas tanpa sekat, walau telah ku sapu dengan pandanganku sambil berjalan sampai ujung kanan Masjid.

Ketika aku berniat kembali ke pondokan yg ada di depan Nabawi tiba tiba pandanganku tertarik dengan kerumunan orang orang dengan pakaian ala Pakistan berjarak sekitar 50Meter. hatiku tergerak untuk mendekati kerumunan itu.. ternyata orang yang di kerumuni adalah si baju hijau.
Semakin dekat jarakku semakin jelas kulihat bahwa orang tsb seperti sedang memberikan hujjah kepada orang orang yang ada disekitarnya. Semakin dekat jarakku, benarlah orang itu sedang berhujjah kepada orang orang yang dengan seksama mendengarkannya, dua tiga kali sorot matanya tajam melirikku, dan kembali jantungku berdegub kencang bagai tertusuk.
Ada keinginan aku duduk bersamanya, tapi bahasa menjadikan kendala, akhirnya aku berlalu dari situ dan menyimpannya sebagai kenangan dan misteri.
Wallahu a’alam Bissawab.

Iklan