Akses Internet Dan Cara Setting Indosat M2 prabayar

8 Komentar

Penggunaan internet semakin luas, semakin banyak orang mulai merambah dunia maya, semakin banyak pula provider atau penyedia layanan internet baru bermunculan. provider lama juga terus meluncurkan produk – produk baru untuk tetap dapat bersaing dengan provider baru. seperti im2 yang meluncurkan im2 broom, sebuah layanan internet prabayar yang memiliki 2 pilihan, classic dan unlimited. paket classic memiliki speed up to 7,2 Mbps, sedangkan paket unlimited memiliki speed up to 256 kbps. paket im2 classic memiliki keunggulan pada speed atau kecepatan (katanya sih), namun terbatas pada kuota pemakaian. untuk im2 unlimited, speednya memang jauh bila dibandingkan dengan im2 classic, namun kuota pemakaiannya tidak terbatas.

Untuk menggunakan kedua paket tersebut, cara aktivasinya gampang banget, untuk im2 classic langsung aktif setelah pembelian staterpack. sedangkan untuk im2 unlimited aktivasinya dapat dilakukan melalui http://www.indosatm2.com/aktivasi3G. setelah aktif, langkah selanjutnya adalah melakukan setting modem. setting modem tergantung pada merek modem yang digunakan, sebagai contoh :

Menggunakan HUAWEI E220. langkah-langkahnya sebagai berikut :

  • langkah pertama install driver modem yang ada di dalam modem. atau saat pertama modem dihubungkan ke PC atau laptop melalui USB, akan muncul found new hardware.
  • pilih install from specific location. lalu pilih folder driver dan klik next.
  • tunggu hingga instalasi selesai atau finish.
  • driver modem telah terinstall.

Langkah berikutnya adalah melakukan setting internet. langkah-langkahnya adalah :

  • buka aplikasi mobile connect yang telah di install sebelumnya dari modem.
  • aplikasi tersebut akan secara otomatis mendeteksi modem anda.
  • setelah modem berhasil terdeteksi, maka akan muncul signal dan nama network yang digunakan. untuk im2, network yang muncul adalah indosat.
  • pilih settings, lalu network connection settings.
  • pilih new.
  • isi profile name yang ingin digunakan (terserah pengguna).
  • isi authentification number : *99#
  • isi username (untuk im2 classic, usernamenya adalah customer ID yang ada pada voucher perdana, contoh : 081xxxxxxxxx. sedangkan untuk im2 unlimited, usernamenya adalah username yang didaftarkan saat pertama kali melakukan aktivasi).
  • isi password (untuk im2 classic, passwordnya adalah Activation Code yang ada pada voucher perdana, contoh : im2xxxxxxxxxx. sedangkan untuk im2 unlimited, passwordnya adalah password yang didaftarkan saat pertama kali melakukan aktivasi).
  • isi APN. terlebih dahulu pilih static. APN yang digunakan : indosatm2
  • ganti authentification protocol nya. defaultnya CHAP, ganti ke PAP.
  • setting selesai, pilih save, lalu OK.

Untuk setting secara manual, caranya adalah :

  • masuk control panel.
  • pilih network connections.
  • pilh file, lalu new connection, klik next.
  • pilih connect to the internet, klik next.
  • pilih set up my connection manually, klik next.
  • pilih connect using a dial-up modem, klik next.
  • pilih modem yang digunakan, contoh : pilih HUAWEI mobile connect – 3G modem, klik next.
  • isi ISP Name (terserah pengguna).
  • isi phone number : *99#
  • isi user name (sama seperti pada panduan sebelumnya).
  • isi password (sama seperti pada panduan sebelumnya).
  • pilh add a shortcut to this connection to my desktop, lalu pilih finish.
  • klik icon koneksi yang sudah dibuat tadi, pilih properties.
  • pilih security.
  • pilih advanced (custom settings), lalu pilih settings…
  • pada pilihan logon security, pilih allow these protocols.
  • centang pada pilihan unencrypted password (PAP). hilangkan centang pada pilihan lain.
  • klik OK.

selanjutnya adalah melakukan koneksi internet. caranya :

  • jika menggunakan mobile connect, klik connect.
  • buka browser yang anda gunakan (internet explorer, mozilla, atau opera).
  • jika menggunakan setting manual, klik icon koneksi yang dibuat sebelumnya.
  • klik dial.
  • buka browser.

wuihhh…akhirnya selesai juga. anda sekarang sudah dapat menikmati layanan internet indosat im2 yang sudah anda beli..hehe…klo ada yang kurang, tolong di koreksi ya…..

selamat menikmati !!

Sumber : http://sunsdesign-sunsdesign.blogspot.com/2008/12/cara-setting-indosat-m2-prabayar.html

Tokoh dan Kisah Para Sufi

Tinggalkan komentar

Untuk mengetahui tokoh tokoh dan kisah para (ulama) sufi anda bisa meng klik :

  1. TOKOH SUFI
        : Nama para tokoh & sekilas biografinya
  2. KISAH SUFI.     : cerita cerita tentang perjalanan para sufi

Terpenting dalam membaca tentang para tokoh dan kisah para sufi tersebut berusaha memahami hikmah ajaran yang disampaikan.

Jangan keburu menolak (berapriori) dan juga jangan keburu menerima, tapi akan lebih baik dan bijak apabila kita berusaha mencoba merenunginya dengan tenang dan kejernihan hati.

Hati hati seringkali kita terpancing untuk keburu menjustifikasi persoalan, masih banyak refferensi dari web/blog lain yang mungkin masih perlu kita gunakan sebagai bahan kajian, agar diperoleh wawasan yang lebih hingga cukup bagi kita untuk mengambil suatu kesimpulan pribadi. Tentu saja dengan tanpa mengurangi kewajiban kita untuk mentaskehkan kepada guru ruhani yang bijaksana dan mewarisi ilmu para nabi (Warosatul Anbiyya’)

Selamat menikmati dan memperoleh manfaat.

Amin.

Allah Tidak Pernah Menunda BalasanNya

Tinggalkan komentar

 

“Maha Besar Allah manakala si hamba melakukan amal ibadah kontan, lalu Allah menunda balasannya”

Allah senantiasa membalas amal hamba seketika, sama sekali tidak pernah menunda, walau pun kelak di akhirat masih diberi balasan lebih besar lagi.

Adapun balasan seketika yang kita terima adalah bertambahnya dekat kita kepada Allah, bertambah baik hati kita, bertambah terpuji akhlak kita, bertambah sabar, tawakkal, ridlo, ikhlas, yaqin, ma’rifat dan mahabbah kita kepada Allah Ta’ala.’

Dunia ini kotor, dan karena itu Allah ingin membalasnya dengan keagungan yang luhur yang kelak bisa kita rasakan ketika di akhirat yang merupakan wilayah yang agung. Balasan yang kita terima di dunia adalah balasan langsungnya berupa pencahayaan iman kita di sini, karena memang itulah yang kita butuhkan di dunia.

Kenapa demikian? Menurut Syeikh Zarruq, karena ada tiga alasan utama :
Pertama, Allah Maha Murah dan Mulia dan Yang Maha Murah nan Mulia itu manakala memberikan anugerah pasti sempurna, dan memberikan keutamaan pasti sampai.

Kedua, seorang hamba sesungguhnya sangat faqir kepada Allah, membutuhkan hajat seketika dan hajat yang akan datang, lalu Allah memberikan yang dibutuhkan hambanya berupa pahala dan kebajikan kelak di akhirat.

Ketiga, maksud Allah Ta’ala pada hamba-hambaNya yang ikhlas adalah menunggalkan DiriNya dalam hati hamba, kemudian Allah mempertegas apa yang harus dihadapi si hamba. Dan kalau toh pun balasannya dibalik ketaatan hamba berupa Taufiq, maka itu klebih dari cukup bagi si hamba. Karena itu Ibnu Athaillah as-Sakandary melanjutkan:

“Cukuplah bahwa yang disebut balasan bagimu, adalah, bahwa Allah Ridlo padamu sebagai hamba yang taat kepadaNya.”

Sebab yang layak bagi kita semua tak lebih adalah serba kurang yang melekat pada diri kita, sifat kurang yang lazim dan niscaya. Sedangkan hasrat untuk meraih kesempurnaan diri kita tidak akan pernah bisa diraih kecuali berkat rahmat dan fadhalNya, sebagaimana dalam Al-Qur’an dijelaskan: “Kalau bukan karena fadlanya Allah padamu dan rahmatNya, kalian tidak akan pernah bisa bersih dari dosa.” (an-Nuur 21)

“Kalau bukan karena fadhal Allah dan rahmatNya, niscaya kalian mengikuti syetan, kecuali hanya sedikit (yang tidak mengikuti).” (an-Nisa, 23)

“Tetapi sesungguhnya Allah menganugerahi kamu dengan memberikan hidayah bagi iman, manakala kamu jujur.” (Al-Hujurat 17)

Penjelasannya:

  • Taat merupakan kesempurnaan bagimu yang didalamnya ada TaufiqNya dalam rangka menyempurnakan dirimu.
  • Taat merupakan rasa aman bagimu di dunia dan akhirat, dan segala apa yang anda raih bermula dari rasa aman anda.
  • Bahwa anda bisa taat, berarti itu merupakan kemuliaan bagimu di dunia dan di akhirat, berupa keistemewaan, disamping adanya pahala.

Bahkan beliau melanjutkan:
“Cukuplah balasan bagi orang-orang yang beramal ibadah, bahwa Allah membukakan hatinya di dalam ibadahnya, dan segala anugerah yang melimpah pada mereka berupa kemesraan denganNya.”

Keindahan taat dan kemanisan mesra bersama Allah dalam munajat merupakan anugerah dan sekaligus balasan ngsung atas kepatuhaan kita kepadaNya, bahkan kebeningan jiwa yang memancarkan cahaya di ruang batin kita.

Oleh sebab itu sebagian Sufi mengatakan, “Di dunia ini ada syura, siapa yang masuk syurga di dunia ini, ia tidak lagi rindu pada syurga di akhirat bahkan tidak pada sesuatu pun yang diinginkan, dan syurga itu adalah Taat kepada Allagh Azza wa-Jalla.”

Yang lain menegaskan, “Tak ada yang menyerupai nikmat syurga, kecuali dirasakan kalangan yang bergantrung hatinya kepada Allah di malam hari melalui lezatnya munajat.”

Dalam Al-Qur’an dijelakan: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka Yang Maha Rahman akan menjadikan bagi mereka rasa cinta yang dalam.” (Maryam: 96).

Sumber : Cahaya Sufi

“Quantum Leap” Melipat Ruang Waktu yang Hakiki Sapu Jagad Dunia Sufi

Tinggalkan komentar

“Lipatan (ruang waktu) yang hakiki, adalah hendaknya anda menempuh lipatan dunia dari dirimu, sehingga engkau lihat akhirat lebih dekat padamu dibanding dekatnya pada dirimu.”

Sebuah statemen ruhani yang luar biasa dari Ibnu Athaillah as-Sakandary, menghentak perjalanan ilmu pengetahuan, amaliyah, maqomat dan haal (kondisi ruhani). Inilah yang saya sebut sebagai “kejutan spiritual” yang hakiki dari seluruh perjalanan dan kehebatan para penempuh Jalan Allah (thoriqoh). Dalam ilustrasi fiktif yang pernah ditayangkan dalam kisah bersambung dari Amerika Serikat, mengenai kehebatan manusia menembus waktu masa depan dan masa lalu dalam film serial Quantum Leap dua dasawarsa silam, menggambarkan kemampuan ilmu pengetahuan manusia – dalam sekejap – bertemu dengan manusia ribuan tahun yang lampau dengan segala peradabannya, sekaligus juga menembus dimensi waktu ribuan tahun di masa depan.

Kemudian secara teknikal muncul fiksi-fiksi ilmiyah dalam dunia cinema yang erat hubungannya dengan fisika quantum ini, yang secara teknologis digambarkan dalam film-film Perang Bintang, maupun film popular Matrix. Sebuah peradaban manusia yang imajinal, kreatif dan jenius. Gambaran-gambaran kemasadepanan peradaban, bahkan evolusi pengetahuan yang sangat transparan dipaparkan begitu dramatik oleh para seniman besar dari Barat.

Kemudian ditiru dalam sinetron Lorong Waktu di televisi kita.Lalu dunia seperti tersihir begitu saja oleh kemampuan imajinasi tersebut, dan sebegitu ironis, ketika manusia modern melihat ilustrasi-ilustrasi di atas, tanpa terbesit sedikitpun kohesi dan keterlibatan Allah dalam seluruh proses saintis tersebut.Semuanya baru menggambarkan eksplorasi kekuatan alam fikiran manusia, tetapi belum menyentuh eksplorasi kekuatan qalbu, apalagi ruh dan rahasia-rahasia Ilahi dalam ruh (asrar) manusia.

Tetapi, sesungguhnya – tanpa harus berapologia – dimensi-dimensi teknikal dan sains modern dimata kaum Sufi dinilai sebagai sesuatu yang sudah kuno. Bedanya, kaum Sufi telah melampaui bahkan atas kemampuan-kemampuan “ajaib” dari para saintis modern, tanpa harus menjelaskan secara iptek.Para Sufi generasi kuno telah sampai pada batas fiksi kaum modern. Jika kaum modern baru tahap imajiner fiksional, maka kaum Sufi dahulu kala telah sampai pada realitas yang dialami dengan sesungguhnya.

Antara Hambatan dan Anugerah

Tinggalkan komentar

 

Pemberian dari makhluk itu bisa merupakan penghalang, sedangkan halangan dari Allah itu adalah anugerah.

Kenapa demikian? Karena halangan dari Allah justru mendorong seseorang untuk kembali cepat menuju kepadaNya dan terus mengabadikan diri di hadapanNya, disamping memberikan peluang ikhtiar bagi diri anda. Karena mana mungkin Dia menghalangimu, sedangkan Dia tidak pernah pelit, tidak butuh apa-apa, dan selalu Ada? Bahwa Dia menghalangimu semata karena kasih sayang-Nya kepadamu.

Karena pemberian dari-Nya itulah pemberian yang sesungguhnya dan terhalangnya keinginanmu itulah kenyataan dari anugerah pemberian-Nya. Pandangan ini hanya bisa dimengerti oleh orang yang memahamiNya. Tidak ada yang memahami kecuali orang yang benar hatinya.

Syeikh Muhyiddin Ibnu Araby mengatakan, :

“Apabila Allah menghalangimu, maka itulah pemberian-Nya. Dan manakala Allah memberi sesuatu padamu, maka itulah halangan-Nya. Maka pilihlah untuk tidak mengambil.”

Maksudnya jika pemberian itu justru menghalangimu dari Allah maka itu bukan pemberian yang hakiki, karena itu harus dihindari.

Sedangkan kata-kata Ibnu Athaillah, bahwa pemberian dari makhluk itu dinilai sebagai penghalang, menurut Syeikh Zarruq karena tiga alasan :

  1. Terjadinya ketergantungan dengan makhluk. Seorang bijak berkata, “Sabar terhadap ketiadaan itu lebih mudah ketimbang orang yang tergantung dengan anugerah orang.”
  2. Lebih berpihak kepada makhluk dan merasa senang dengan pemberian makhluk (bukan pemberian Allah). Manakala seseorang mulai bergantung pada makhluk, itulah awal dari bencana penjauhan dirimu dengan Allah Ta’ala. Na’udzubillah.
  3. Lebih banyak bersibuk ria dengan mereka dengan asumsi adanya rasa selamat manakala bergantung dengan mereka. Si bijak berkata, “Harga diri yang bersih itu lebih utama ketimbang kesenangan yang berbuntut dibaliknya.”

Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily menegaskan, :

“Hendaknya lari dari kebaikan sesama itu lebih anda utamakan dibanding lari dari keburukan mereka. Sebab kebaikan mereka itu bisa menimpa hatimu, sementara keburukan mereka hanya menimpa badanmu. Musuh yang bisa mengembalikan dirimu kepada Allah itu lebih baik ketimbang sahabat yang menghalangimu menuju Allah Ta’ala.”

Sayyidina Ali Karmomallahu Wajhah mengatakan, “Jangan jadikan seorang pemberi nikmat antara dirimu dengan Allah, sebab jika engkau mengukur nikmat selain dari Allah berarti engkau terpuruk.”

Sumber : Cahaya Sufi

Beda Harapan Beda Khayalan

Tinggalkan komentar

Harapan itu adalah suatu tindakan yang harus disertai amal. Jika tidak ada amaliyah, harapan berubah menjadi khayalan.

Banyak orang berharap mendapatkan anugerah Allah. Banyak pula yang berharap tetapi tidak disertai tindakan nyata dalam amliyah sehari-hari. Lalu harapan tinggal jadi khayalan, atau sekadar berharap-harap.
Tamanny atau khayalan semu hanyalah mimpi yang berlebihan dari keinginan hawa nafsu. Karena itu khayalan panjang ini sangat berbahaya bagi pertumbuhan kepribadian manusia. Apa pun alasannya, menyeret manusia pada ambisi dan mimpi, hanya akan membuat manusia menggerakkan hasratnya untuk melambung tinggi dan berakibat pada aktivitas yang emosional dan berbau ambisi nafsu. Termasuk dalam menjalankan dan mengharapkan kebajikan.

Sesuatu kebaikan pun jika disertai oleh dorongan ambisi nafsu, akan kehilangan berkahnya, manakala ia berhasil mencapainya. Dikawatirkan seseorang setelah berhasil malah jauh dari Allah Ta’ala. Tetapi perjuangan yang dijalankan dengan ketulusan dan keikhlasan, walau pun tidak berhasil, sesungguhnya merupakan nilai agung di Mata Allah.

Al-Hasan Ra menegaskan, “Wahai manusia takutlah kalian pada imajinasi khayalan ini, karena imajinasi itu adalah wadahnya syetan, dimana ia bersoleh di dalamnya. Maka demi Allah, tak seorang pun mendapatkan kebaikan dari Allah melalui khayalan imajinasi, baik dunia maupun akhirat.”
Al-Hasan juga menegaskan, “Banyak kaum yang mendapatkan inspirasi harapan ampunan dari Allah sampai ia mati, padahal ia tidak pernah berbuat kebajikan, sembari beralibi, “Aku berhusnudzon kepada Tuhanku…”. Ia dusta. Karena jika ia berhusnudzon kepada Allah pasti ia berbuat kebajikan.” Lalu beliau membacakan ayat: “Dan itulah sangkaanmu yang kau sangkakan pada Tuhanmu yang kau sangka membuatmu hancur, lalu kalian menjadi orang-orang yang merugi.” (Fushilat 23).

Ma’ruf al-Karkhy mengatakan, “Mencari syurga tanpa amal, adalah dosa. Dan berharap syafaat tanpa ragam dari aktivitas amaliyah adalah tipudaya. Mengharapkan rahmat Allah namun disertai maksiat adalah ketololan dan kebodohan.”

Sumber : cahaya sufi

Karomah bukan derajat luhur

1 Komentar

Tidak setiap orang yang memiliki keistemewaan itu sempurna kebersihan batin dan keikhlasannya.”

Saat ini publik ummat sering menilai derajat luhur seseorang dari kehebatan-kehebatan ilmu dan karomahnya.

Syeikh Abu Yazid al-Bisthamy pernah didatangi muridnya, yang melaporkan karomah dan kehebatan seseorang.

“Dia bisa menyelam di lautan dalam waktu cukup lama…”

“Saya lebih kagum pada paus di lautan…”

“Dia bisa terbang…!” kata muridnya.

“Saya lebih heran, burung kecil terbang seharian…karena kondisinya memang demikian,” jawabnya.

“Lhah, dia ini bisa sekejap ke Mekkah…”

“Saya lebih heran pada Iblis sekejap bisa mengelilingi dunia…Namun dilaknat oleh Allah.”

Suatu ketika orang yang diceritakan itu datang ke masjid, tiba-tiba ia meludah ke arah kiblat. “Bagaimana ia menjaga adab dengan Allah dalam hakikat, sedangkan adab syariatnya saja tidak dijaga..” kata beliau.

Banyak orang yang mendalami ilmu pengetahuan, mampu membaca dan mengenal dalil, kitab-kitab, bahkan memiliki keistemewaan, tetapi banyak pula diantara mereka tidak bersih hatinya, tidak ikhlas dalam ubudiyahnya. Begitu pula ketika karomah dan tanda-tanda yang hebat itu disodorkan pada Sahl bin Abdullah at-Tustary, ra, beliau balik bertanya,

“Apa itu tanda-tanda? Apa itu karomah? Itu semua akan sirna dengan waktunya. Bagiku orang yang diberi pertolongan Allah swt untuk merubah dari perilakunya yang tercela menjadi perilaku yang terpuji, lebih utama dibanding orang yang punya karomah seperti itu.”

Sebagian Sufi mengatakan,

“Yang mengagumkan bukannya orang yang memasukkan tangan ke kantong sakunya,  lalu menafkahkan apa saja dari kantong itu. Yang mengagumkan adalah orang yang memasukkan tangannya ke kantong sakunya karena merasa ada sesuatu yang disimpan di sana. Begitu ia masukkan tangannya ke sakunya, sesuatu itu tidak ada, namun dirinya tidak berubah (terkejut) sama sekali.” Jadi karomah itu sesungguhnya hanyalah cara Allah memberikan pelajaran kepada yang diberi karomah agar perjalanan ruhaninya tidak berhenti, sehingga semakin menajak, semakin naik, bukan untuk menunjukkan keistemewaanya. Yang istimewaan adalah Istiqomah.

Karena itu para Sufi menegaskan,

“Jangan mencari karomah, tetapi carilah Istiqomah.” Sebab istiqomah itu lebih hebat dibanding seribu karomah. Dan memang, hakikat karomah adalah Istiqomah itu sendiri.

Bahkan Imam Al-Junayd al-Baghdady
pernah mengingatkan, “betapa banyak para Wali yang terpleset derajatnya hanya karena karomah.

Syeikh Abdul Jalil Mustaqim
(Mursyid Thoriqoh Zadziliyyah) pernah mengatakan, bahwa : “ketika anda diludahi seseorang dan anda sama sekali tidak marah, itulah karomah, yang lebih hebat dibanding karomah yang lainnya”.

Ketika dalam sebuah perkumpulan Thariqat Sufi, tiba-tiba ada seseorang datang, dan langsung membicarakan kehebatan ilmu ini dan itu, karomah si ini dan si itu. Lalu seseorang diantara mereka menegur, “Mas, kalau di sini, ilmu-ilmu seperti yang anda sampaikan tadi hanya dinilai sampah. Jadi percuma sampean bicara sampah di sini…”

Ada seseorang disebut-sebut sebagai Wali: “Wah dia itu wali, bisa baca pikiran orang, dan kejadian-kejadian yang pernah kita lakukan walau pun sudah bertahun-tahun lamanya…” “Lhah, orang yang punya khadam Jin juga bisa diberi informasi oleh Jinnya tentang kejadian yang lalu maupun yang akan datang… Jadi hati-hati…” “Beliau itu keturunan seorang Ulama besar..” “Tidak ada jaminan nasab itu, nasibnya luhur di hadapan Allah…” Dan panjang sekali kajian soal karomah dan kewalian ini, yang butuh ratusan halaman. Tetapi kesimpulannya, seseorang jangan sampai mengagumi kehebatan lalu mengklaim bahwa kehebatan itu menunjukkan derajat di depan Allah. Tidak tentu sama sekali.

—(ooo)—

Sumber : Cahaya Sufi

Entri Lama Newer Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.