Ditulis oleh : Huttaqi (Temanku, saudaraku dan tempat aku sering bertanya)
——————————————————————————————————

Saya ingat pertanyaan seorang guru agama saya diwaktu sekolah dulu,
“Kalau Qur`an mengatakan A, sedangkan seluruh orang di dunia ini mengatakan B, manakah yang akan kita ikuti ???”
Serempak kami menjawab, “AAAAAAAAAAAAA………………………”
he..he..he… itu teorinya.
Di dalam prakteknya, ternyata sungguh-sungguh sulit menerima apa yang dikatakan Qur`an, dan meniadakan pendapat mayoritas manusia (umat).
Anda ndak percaya ???
Baik kita uji.

Mayoritas pendapat ulama yang ada di Indonesia (dunia mungkin),
bahwa Nama pohon yang buahnya dimakan Adam adalah Pohon KHULDI.
Disebutkan diseluruh buku-buku yang bercerita tentang Adam,
Disebutkan di pengajian-pengajian,
Dan dimana saja, bahwa buah yang dimakan Adam adalah buah dari pohon Khuldi.
Dan kalau ditanya, dasar mereka apa ?
Mereka akan menjawab,  “Qur’an”
Maka perhatikanlah keterangan di dalam Qur’an,
Bacalah sekali lagi dan telitilah dengan jeli.
Bacalah dan periksa dengan seksama.
Bacalah dan amati dengan hati-hati.
Siapakah yang mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon KHULDI ???
Apakah Alloh yang menyampaikan nama pohon itu KHULDI ??
Ataukah Iblis yang mengatakan bahwa nama pohon itu KHULDI ??
Padahal jelas perintah Alloh itu,”Jangan ikuti Iblis sebab Iblis itu adalah musuhmu yang nyata”.
Lalu mengapakah kita mengikuti Iblis dengan memakai istilah yang sama dengan Iblis ? Pohon KHULDI ??

Padahal Alloh hanya mengatakan pada Adam,”Jangan dekati pohon ini”.
Dan bukannya menyebutkan nama pohon itu adalah KHULDI.
Lalu, sekarang manakah yang anda ikuti ?
Ikut orang banyak ??
Ataukah ikut Qur’an dan perintah Alloh untuk tidak mengikuti Iblis ??
itulah jawaban anda…he..he…he…
Tapi beranikah kita berbeda dengan orang kebanyakan,
Apalagi berbeda dengan Ulama-ulama ?
Apalagi berbeda dengan buku-buku agama yang ada ?
dan ternyata memang sulit, seandainya QUR”AN mengatakan A, sedangkan mayoritas orang mengatakan B, ternyata kita sulit untuk melepaskan diri dari pendapat mayoritas ini.
Benarlah dawuh Nabi,”Para penghuni surga adalah orang-orang yang sedikit”.
Saya masih punya banyak contoh yang mayoritas orang berpendapat, tetapi berbeda dengan apa yang disampaikan di Qur`an. Cukuplah satu contoh di atas itu saja.
Maka perhatikanlah kisah Iblis ketika diperintahkan Alloh untuk sujud pada Adam.
Dapatkah ia menerima kebenaran ??
Sama saja sebenarnya,
ketika di dalam proses menerima satu ajaran thoriqoh, atau ketika kita menerima ajakan untuk memasuki suatu thoriqoh, maka yang pertama kali kita pasang adalah sikap curiga, su`udzon dan yang berakhir pada sulitnya kita menerima ajakan tersebut, dengan berbagai macam dalih.
Perhatikan dalih-dalih yang seringkali digunakan IBLIS (melalui akal pikir dan perasaan kita) untuk menghentikan langkah kita disaat kita akan mendekatkan diri pada Alloh melalui thoriqoh.

  1. Umur saya belum mencukupi, nanti saja kalau sudah umur 40 tahun, saya akan belajar thoriqoh.
  2. Saya belum menguasai syariat, lebih baik saya menguasai syariat dulu, baru mendalami melalui thoriqoh.
  3. Jangan masuk thoriqoh, nanti bisa gila atau nganeh-nganehi.
  4. Jangan masuk thoriqoh, thoriqoh itu berat pelaksanaannya, belum tentu kita mampu.
  5. Thoriqoh itu mengada-ada ajarannya, bid`ah, sesat dan menyesatkan, dholalah, dll.
  6. Ajaran thoriqoh atau tasawuf itu bukan berasal dari Islam, melainkan dari filsafat Yunani, hindu dan serapan dari ajaran budha, maka lebih baik kita kerjakan saja yang sesuai Islam yang murni, yaitu yang begini-begini saja. Cukup sholat 5 waktu, tiap hari, kalau Romadhon puasa, cukup itu saja.
  7. Jangan masuk thoriqoh, di thoriqoh yang ada adalah kultus individu.

Masak kopi yang diminum sang mursyid dibuat rebutan, bukankah itu syirik ??
Masak berdoa memakai wasilah, bukankah itu syirik ??
Bukankah kita dapat berkomunikasi langsung dengan Alloh tanpa melalui wasilah ??
Cukuplah tujuh hal itu yang saya sampaikan sebagai alasan yang paling sering dipakai oleh Iblis agar kita TIDAK MEMULAI untuk belajar mendalami Islam melalui tasawuf atau thoriqoh.
Mengapakah hal itu dilakukan oleh Iblis ??

Perhatikan dawuh Nabi,
“Iblis akan kesakitan, akan kurus kering, jika ada orang yang dzikir LAA ILAAHAA ILLALLOH dan membaca ASTAGHFIRULLOH”.
Nah, karena di dalam ajaran thoriqoh itu yang diajarkan adalah Dzikir LAA ILAAHAA ILLALLOH dan diajarkan untuk bertaubat dengan ASTAGHFIRULLOH,
maka tentu saja BENCANA BESAR bagi Iblis jika kita masuk ke dalam thoriqoh.
Demikian pula yang saya alami ketika di awal-awal proses saya akan memasuki sebuah thoriqoh.
Begitu sulitnya bagi saya untuk menerima sebuah kebenaran.
Maka saya jadi teringat proses Imam Ghozali, tiga hari tiga malam beliau nggak bisa tidur demi sulitnya menerima kebenaran. (al-Munqid minadzdlolal),
saya juga teringat prosesnya Abdul Qodir jailani, yang juga butuh waktu untuk dapat menerima suatu kebenaran.

Wahai ingatlah,…..
Jatuhnya Iblis yang sebelumnya adalah makhluk yang KUAT IBADAH, selama 80.000 tahun ibadah, hanya karena satu hal saja, jatuhlah dari ketaatan menjadi kemurtadan.
Yaitu karena IBLIS TIDAK MAU MENERIMA KEBENARAN.
Perintah Alloh adalah KEBENARAN dan ditolaknya perintah Alloh,
berarti ditolaklah KEBENARAN.
Semoga menjadikan manfaat bagi yang sudah menerima hidayah Alloh, dan bagi diri saya sendiri.