spiritual_caregiving

Telapak kaki lelah melangkah
diri tak tahu arah menuju,
diripun sadar hanya tertipu,
mengejar butiran debu dan bayangan palsu
hidayah yang bertabur penuhi segenap penjuru
bagi bintang menerangi jagat semesta alam
jiwa tuli, buta dan membisu,
akan jadi apakah diri ini ….?

Ketika langkah terhenti jiwa terluka,
tampak pintu yang terbuka,
jiwa terbimbing memasukinya,
proses pertobatan menjadi sebuah awal
hikmah tergali jiwa meniti

Duduk bersimpuh mengawali tobat
jiwa tenggelam ego terlempar
sebuah rasa hadir menyentuh
tangan lembut dibalik jubah putih kehijauan,
mengusap qalbu mengurung nafsu
penuh lembut merengkuh diri
kasihnya memenuhi segenap ruang dan penjuru,
haru biru diri dalam rengkuhan,
tenggelam dalam rasa yang tak mungkin terkatakan
Rasa Cinta yang tak tergantikan

ketika gumpalan awan putih datang menjemputnya
sosoknya perlahan menghilang
dibalik putihnya gumpalan awan,
berganti dengan lambaian tangan,
tinggalkan lagi diri dalam kesendirian
jiwa tersentak tak mau kehilangan
tangis meledak sejadi jadinya,
menderu sesakkan dada,
air mata ikut bersimbah tak ingin berpisah
tangisan qalbu jadi warna dalam hidup

Yaa Allahu Yaa Rohman yaa Rohiim, …..
Yaa Sayyidi, yaa Rosulullah, yaa Habibbullah….
Sambungkan tali rahmadMU dan jadikan kekasihMU,
sebagai wasilah bagi diri yang papa
sekedar mendapatkan ridloMU semata

LAA ILAAHA ILA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZ DZALIMIIN……

Mazadjie, Medio Maret 2002, ba’da Sholat asar